Fatamorgana Genderisme

Opini  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 09:01:00 WIB

Fatamorgana Genderisme

Jaya Suprana/Net

RMOLJogja. TERMINOLOGI fatamorgana” berasal dari nama seorang tokoh legenda Raja Arthur, yaitu adik Raja Arthur, Morgan le Fay, seorang penyihir yang mampu mengubah wujudnya menjadi berbagai macam bentuk.

Sebutan fatamorgana pertama kali digunakan para pelaut Inggris terhadap suatu fenomena alam yang tampak di laut Sisilia, Italia.

Alam


Fatamorgana merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi akibat pembiasan cahaya ketika melewati lapisan udara yang berbeda suhu. Biasanya pada permukaan tanah di mana terdapat lapisan udara dengan suhu beda dengan lapisan di atasnya suhu.

Dalam kondisi tersebut cahaya yang melewati lapisan udara berbeda suhu itu kemudian terpantulkan oleh hawa udara yang lebih panas sehingga cahaya yang datang ke tanah dengan cepat naik lagi ke lapisan udara di atasnya. Saat itulah terjadi fenomena ilusi visual alamiah yang disebut sebagai fatamorgana.

Pertama kali saya melihat fatamorgana di jalan raya dari Semarang ke Solo pada suatu siang hari yang panas maka semula saya menduga fatamorgana hanya terjadi di kawasan beriklim panas. Ternyata fatamorgana juga terjadi di kawasan beriklim dingin seperti  kutub. Di atas permukaan laut atau danau, fatamorgana juga tampak pada cuaca sangat panas atau sangat dingin.

Sosial

Akibat pada hakikatnya sifat fatamorgana adalah persepsional alias tergantung pada daya tafsir atas hasil penginderaan manusia terhadap lingkungannya maka fatamorgana juga terjadi pada lingkungan sosial.

Fatamorgana sosial merupakan bagian melekat pada peradaban umat manusia akibat daya tafsir manusia yang tidak sempurna maka kerap mengalami distorsi sehingga menimbulkan delusi yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Fatamorgana sosial  hadir pada paham diskriminatif seperti rasisme yang memilah manusia berdasar jenis ras namun juga pada genderisme yang memilah manusia berdasar jenis kelamin. Fatamorgana genderisme membentuk prasangka (yang keliru) bahwa lelaki adalah kaum kuat sementara perempuan adalah kaum lemah.

Penelitian kelirumologis terhadap genderisme membuktikan fatamorgana sosial yang menimbulkan kesan bahwa kaum pria kuat dan kaum perempuan lemah pada hakikatnya adalah keliru.

Genderisme


Pada kenyataan terbukti bahwa sebenarnya kaum perempuan malah lebih kuat ketimbang kaum lelaki dalam daya tahan tubuh terhadap gangguan penyakit akibat kromosom perempuan lebih bersifat sempurna.

 Lebih banyak lelaki menderita serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Lebih banyak lelaki disleksiadan buta warna ketimbang perempuan. Mortalitas bayi lelaki lebih besar ketimbang bayi perempuan.

Statistik kependudukan membuktikan bahwa lebih banyak kaum perempuan lanjut usia ketimbang kaum lelaki. Secara politis, kaum perempuan terbukti lebih kuat dalam berkuasa seperti terbukti pada diri Elisabeth I di Inggris, Yekatarina II di Rusia, Margaret Thacher di Inggris, Angela Merkel di Jerman, Benazir Bhuto di Pakistan, Corazon Aquino di Filipina, Tjut Yak Dien dan Megawati Soekarnoputeri di Indonesia.

Warga Indonesia yang pertama meraih medali emas Olimpiade bukan olahragawan tetapi olahragawati yaitu Susi Susanti. Semua fakta itu mengindikasikan bahwa sejatinya kaum perempuan lebih perkasa ketimbang kaum lelaki. [***]


Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan penyusun buku Kelirumologi Genderisme


Komentar Pembaca
Sonata III Johannes Brahms

Sonata III Johannes Brahms

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Dari Nomophobia Sampai Genderuwo

Dari Nomophobia Sampai Genderuwo

KAMIS, 13 DESEMBER 2018

Mendambakan Hari Kartono

Mendambakan Hari Kartono

SELASA, 11 DESEMBER 2018

Menunggu Putusan Sabrina

Menunggu Putusan Sabrina

SELASA, 11 DESEMBER 2018

Liga dengan Atraksinya

Liga dengan Atraksinya

SENIN, 10 DESEMBER 2018

Sering Absen Dalam Forum Internasional, Ada Apa dengan Jokowi?
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Koran Dinding Pyongyang

Koran Dinding Pyongyang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 07:48:00

Huntara di Lombok

Huntara di Lombok

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 , 08:22:00

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT 610

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT 610

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 10:32:00