Catalhoyuk

Opini  SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 09:26:00 WIB

Catalhoyuk

Catalhoyuk/net

PADA tahun 2012, UNESCO mencatat Catalhoyuk ke dalam daftar situs warisan kebudayaan dunia. Petilasan kota tua yang baru ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 1958 di kawasan tenggara kota Konya, Anatolia, Turki merupakan sebuah pemukiman era neolitikum yang diduga mulai berkembang sejak sekitar 7000 tahun sebelum Masehi.
 
Peradaban

Masyarakat Catalhoyuk sudah memiliki peradaban yang menguasai keterampilan pertanian dan peternakan bahkan memiliki hewan peliharaan seperti kucing.

Patung-patung mayoritas berbentuk perempuan ditemukan di lumbung-lumbung yang digunakan untuk meyimpan gandum, kacang polong, barley, almond, pistachio, buah-buahan yang dipanen dari ladang pertanian dan perkebunan di bukit-bukit sekitar kota.

Mungkin patung-patung itu dianggap sebagai semacam dewa pelindung hasil pertanian. Domba dan sapi dijinakkan sebagai bukti awal peternakan namun perburuan tetap menjadi sumber utama makanan warga Catalhoyuk.

Peralatan terbuat dari tembikar dan obsidian menjadi produk industri rumah tangga yang juga diperdagangkan sebagai tempat makanan dan minuman bahkan juga cermin. Jangkauan perdagangan Catalhoyuk sampai merambah ke wilayah yang di masa kini disebut sebagai Suriah.

Ada pula indikasi yang menerangai peradaban Catalhoyuk merupakan perintis prototip pertambangan logam pertama di dunia.

Egaliter

Sejauh ini belum ditemukan bangunan dengan ciri status penguasa yang membedakan status sosial pada masyarakat Catalhoyuk.

Dari reruntuhan bangunan yang ditemukan di Catalhoyuk para arkeososiopolitolog menyimpulkan bahwa Catalhoyuk memiliki masyarakat egaliter yang nyaris tidak mengenal hirarki status sosial.

Menyimak minimnya diskriminasi sosial dapat disimpulkan bahwa masyarakat Catalhoyuk menganut falsafah Dwisila yaitu kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial untuk seluruh warga Catalhoyuk.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia


Komentar Pembaca
Sonata III Johannes Brahms

Sonata III Johannes Brahms

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Dari Nomophobia Sampai Genderuwo

Dari Nomophobia Sampai Genderuwo

KAMIS, 13 DESEMBER 2018

Mendambakan Hari Kartono

Mendambakan Hari Kartono

SELASA, 11 DESEMBER 2018

Menunggu Putusan Sabrina

Menunggu Putusan Sabrina

SELASA, 11 DESEMBER 2018

Liga dengan Atraksinya

Liga dengan Atraksinya

SENIN, 10 DESEMBER 2018

Sering Absen Dalam Forum Internasional, Ada Apa dengan Jokowi?
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Peluru Nyasar Ke Gedung DPR

Peluru Nyasar Ke Gedung DPR

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 06:50:00

Koran Dinding Pyongyang

Koran Dinding Pyongyang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 07:48:00

Huntara di Lombok

Huntara di Lombok

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 , 08:22:00