Turki Berikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi ke Beberapa Negara

DUNIA  SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 07:04:00 WIB

Turki Berikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi  ke Beberapa Negara

Jama Khashoggi/Netl

RMOLJogja. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya telah memberikan rekaman-rekaman terkait pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi kepada Arab saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris.

Sumber-sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki rekaman audio yang mendokumentasikan aksi pembunuhan tersebut.

"Kami berikan rekaman-rekaman itu. Kami berikan kepada Arab Saudi, ke Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris. Mereka telah mendengarkan semua percakapan yang ada didalamnya. Mereka tahu," kata Erdogan.

Khashoggi, kolumnis Washington Post dan pengeritik pemerintahan Saudi dan penguasa sesungguhnya Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman, hilang di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk menikah. Saat berada di dalam, dia dicekik hingga tewas lalu tubuhnya dimutilasi.

Pada awalnya pejabat Saudi mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat itu, kemudian mengatakan ia meninggal dalam operasi keji yang terencana.

Jaksa Saudi Saud al-Mokjeb mengatakan, Khashoggi dibunuh dalam serangan terencana.

Erdogan mengimbau Arab Saudi mengidentifikasi pembunuh di antara 15 orang anggota tim yang tiba di Turki beberapa hari sebelum pembunuhan Khashoggi.

"Tak perlu memutarbalikkan isu ini, mereka tahu pembunuh itu, atau para pembunuh itu. di antara 15 orang ini. Pemerintah Arab Saudi dapat mengungkap ini dengan memerintahkan 15 orang ini bicara," ujarnya.

Erdogan juga menuding Mojeb, yang mengunjungi Istanbul untuk membahas investigasi itu dengan rekan sekerjanya dari Turki dan memeriksa konsulat Istanbul menolak bekerja sama, pada gilirannya menunda penyelidikan.

"Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah mereka: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami mengetahui bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat paling tinggi di Pemerintah Arab Saudi," jelas Erdogan, seperti diberitakan Antara, Senin (12/11).[RMOL]


Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Koran Dinding Pyongyang

Koran Dinding Pyongyang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 07:48:00

Huntara di Lombok

Huntara di Lombok

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 , 08:22:00

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT 610

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT 610

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 10:32:00