BIN: Tuduhan Kami Mengganggu HRS di Arab Saudi, Tidak Benar

Politik  JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018 , 09:30:00 WIB

BIN: Tuduhan Kami Mengganggu HRS di Arab Saudi, Tidak Benar

BIN/Net

RMOLJogja. Badan Intelijen Negara (BIN) meluruskan tuduhan keterlibatan pihak telik sandi dalam kasus dugaan bendera mirip kelompok militan ISIS yang terpasang di tempat tinggal Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi.

Kasus tersebut membuat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) diamankan oleh pemerintah Arab Saudi.

"BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar," kata Juru Bicara Kepala BIN Wawan Purwanto dalam keterangannya, Kamis (8/11).

Wawan menambahkan tudingan anggota BIN mengontrak rumah di dekat kediaman HRS dan memasang bendera maupun mengambil CCTV juga tidak benar.

Menurutnya tuduhan tersebut tidak memiliki bukti. Termasuk tudingan memfoto kemudian lapor ke Polisi Arab Saudi.

"Semua itu hanya pandangan sepihak," jelas Wawan.

Wawan menambahkan, BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru. Terlebih masalah ini muncul di luar negeri, yang sistem hukum dan pemerintahannya berbeda.

Menurutnya tudingan tersebut tidak sesuai dengan tugas BIN yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS.

Wawan juga mengingatkan Arab Saudi merupakan negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia.

Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang. Pihak yang melakukan operasi intelijen bisa di persona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," tegas Wawan. [RMOL]


Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Metafora Negatif Kubu Petahana

Metafora Negatif Kubu Petahana

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Kesepakatan Baru Freeport

Kesepakatan Baru Freeport

JUM'AT, 28 SEPTEMBER 2018 , 13:23:00

Peluru Nyasar Ke Gedung DPR

Peluru Nyasar Ke Gedung DPR

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 06:50:00

Membagikan 3.000 Nasi Bungkus

Membagikan 3.000 Nasi Bungkus

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 12:12:00